http://rika-erliana.blogspot.com

Rabu, 09 November 2011

MANFAAT, DAMPAK, DAN PERANAN TEKNOLOGI



MANFAAT, DAMPAK, DAN PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
 DAN KOMUNIKASI
Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari.Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan mahasiswa juga terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para mahasiswa dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan baik.
Manfaat TIK lainnya dalam bidang e-education juga ada. Kita sudah mengenal program internet goes to school, community acces point, e-learning, smart campus. Pemerintah juga harus menyiapkan perangkat peraturan terkait pembatasan kebebasan akses internet. Akses yang terlalu bebas bisa berakibat fatal bagi perkembangan masyarakat, terutama di daerah yang haus akan informasi.
Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.
Mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Manfaatnya
Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orang lain. Penggunaan

Informasi dapat berdampak buruk dan baik. Dampak baiknya kita memperoleh banyak informasi dari teknologi yang canggih yang banyak bermunculan belakangan ini. Dampak buruknya mungkin ada orang lain yang salah mengartikan arti teknologi.
Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi :
-        Dapat memberikan bekal untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya
-        Kita dapat memilah-milah informasi yang baik dan buruk.
Teknologi informasi dan telekomunikasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan dan sosial.
Dampak positif pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi antara lain:
Ø  Peranan TIK dalam dunia pendidikan
Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :
  • Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.
  • Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.
  • Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
  • Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet
  • Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.

Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi pelajar antara lain :
  • Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain
  • Memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah
  • Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu
  • Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik
  • Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi penyelenggara pendidikan antara lain :
  • Dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain
  • Dapat memberi layanan lebih baik ke peserta didik
  • Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh
  • Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku.
  • Dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi lain.



Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan



PERKEMBANGAN KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Pengertian teknologi secara umum adalah proses untuk meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan.
Semua bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya, meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada. Teknologi pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannya sarat dengan nilai dan estetika. Dalam bidang pendidikan, juga diperlukan teknologi antara lain untuk menjangkau peserta didik yang berada di tempat jauh dan terasing dan melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.
Keseluruhan hal inilah yang merupakan landasan pembenaran atau falsafi teknologi pendidikan sebagai suatu cabang pengetahuan. Secara falsafi, dasar keilmuan itu meliputi: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Gejala yang merupakan landasan ontologi teknologi pendidikan adalah :
1)    Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun diperoleh secara mandiri.
2)     Adanya berbagai sumber baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
3)    Perlu adanya suatu usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang.
4)    Perlu adanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisien, dan selaras.
Pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar yang berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan. Masalah belajar itu terdapat di mana saja dan pada siapa saja (orang maupun organisasi, kapan saja, dan mengenai apa saja). Adapun cara untuk mengatasi masalah-masalah belajar itu ialah melalui pendekatan yang merupakan landasan epistemologi dari teknologi pendidikan berikut ini :
a)     Pendekatan isomorfis, yaitu menggabungkan berbagai kajian atau bidang keilmuan (psikologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, rekayasa teknik, dan lain-lain) ke dalam suatu kebulatan tersendiri.
b)      Pendekatan sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan.
c)      Pendekatan sinergistik, yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri.
d)      Sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh atau komprehensif.
Inovatif, yaitu suatu ide, gagasan atau perubahan yang dianggap baru. Orisinil dan ada nilai tambah. Mengandung pembaharuan sehingga belajar dapat mengalami akselerasi & menyenangkan.
Setelah dua prasyarat falsafati telah dipenuhi oleh teknologi pendidikan, masih ada satu pertanyaan terakhir mengenai kegunaan dari pengetahuan yang telah diperoleh dan dihimpun tersebut. Inilah yang disebut sebagai landasan aksiologi. Adapun landasan aksiologi teknologi pendidikan adalah sebagai berikut :
§  Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan :
o   Memperlaju penahapan belajar
o    Membantu guru untuk menggunakan waktunya dengan lebih baik.
o   Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi.
§  Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, dengan jalan :
o   Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional
o    Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai dengan kemampuannya
§  Memberikan dasar pembelajaran yang lebih ilmiah, dengan jalan :
o   Perencanaan program pembelajaran yang lebih sistematis
o   Pengembangan bahan pembelajaran yang dilandasi penelitian tentang perilaku
§  Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan :
o   Meningkatkan kapasitas manusia dengan berbagai media komunikasi
o   Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit
o   Memungkinkan belajar secara lebih akrab karena dapat :
-       Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah
-       Memberikan pengetahuan tangan pertama.
§  Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas dan merata, terutama dengan jalan :
o   Pemanfaatan bersama tenaga atau kejadian yang langka secara lebih luas
Penyajian informasi menembus batas geografi
o   Perkembangan yang sangat penting dari teknologi pendidikan tetapi sering kali diacuhkan ialah bahwa ia berusaha memecahkan masalah belajar pada manusia di mana saja, kapan saja, dengan cara apa saja, dan oleh siapa saja. Apa yang telah berlangsung selama ini, terutama di Indonesia, masih menitikberatkan pada pemecahan masalah dalam bidang persekolahan.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih efektif, lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat, dan sebagainya. Beberapa bentuk penerapan teknologi pendidikan secara menyeluruh, yaitu meliputi semua komponen dan karena itu merupakan sistem.

Konsep Dasar Teknologi`



Konsep Dasar Teknologi Pendidikan

Falsafah teknologi pendidikan yaitu agar setiap pribadi dapat berkembang secara maksimal dengan jalan memanfaatkan segala macam sumber belajar yang ada maupun yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga tercapai efisiensi serta keselarasan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungannnya. Dari beberapa pandangan teantang konsep teknologi penddidikan dengan komponen-komponen yang menyertainya, maka dapat dirangkum dalam konsep teknologi pendidikan secara umum, bahwa: Teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
 Pemahaman Konsep Teknologi Pendidikan Pemahaman konsep teknologi pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.       Teknologi pendidikan merupakan ilmu cara yang terbentuk dalam proses panjang untuk membangun sistem pendidikan, agar mampu mewujudkan terbentuknya manusia yang berkualitas.
2.      Teknologi pendidikan dalam sistem aplikasinya dilakukan secara terpadu, dan melibatkan banyak komponen di antaranya adalah unsur manusianya, prosedur, ide atau gagasan, bahan dan peralatan serta organisasi pengelolaannya.
3.      Teknologi pendidikan merupakan sebuah produk pemikiran untuk mencari jalan pengembangan, pendayagunaan semua sumber daya yang ada, dalam rangka untuk memecahkan problem pendidikan, baik problem yang menyangkut kuantitas dan kualitas pendidikan yang muncul.
4.      Teknologi pendidikan memakai pendekatan sistematis dalam rangka, menganalisa dan memecahkan masalah proses belajar.
5.       Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dan penggunaan sumber belajar.
6.      Tekonologi pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian dan aplikasi praktis perluasan serta peningkatan sumber belajar.
7.      Teknologi pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang secara integratif yaitu secaraa rasional berkembang dan berintegrasi dengan berbagai bidang pendidikan.
Dalam Yusufhadi, (2004:6), pada umumnya teknologi pendidikan dianggap mempunyai potensi untuk:
1)      Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan:
a.       Mempercepat tahap belajar (rate of leaning)
b.      Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik.
c.        Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan belajar anak
2)     Memberikan kemungkinan pendidikan yang lebih individual, dengan jalan:
a.       Mengurangi control guru yang kaku dan tradisional.
b.      Memberikan kesempatan anak berkembag sesuai dengan kemampuan.
3)     Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran, dengan jalan;
a.       Perencanaan program pengajaran yang lebih sistematis.
b.      Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang perilaku.
4)    Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan;
a.       Meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media komunikasi
b.      Penyajian informasi dan data secara lebih kongkrit.
5)     Menungkinkan belajar secara seketika (immediacy of learning) karena dapat;
a.       Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah.
b.       Memberikan pengetahuan langsung.
6)     Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama adanya media masa, dengan jalan:
a.       Pemanfaatan bersama (secara lebih luas) tenaga atau kejadian yang langka.
b.       Penyajian informasi menembus batas geografis.

Definisi Teknologi Pendidikan




Beberapa Definisi Teknologi Pendidikan

    Definisi Teknologi Pendidikan Tahun 1963-2004
Q    Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963
          Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.
Q    Definisi Commission on Instruction Technology (CIT) 1970
          Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis. Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.
Q    Definisi Silber 1970
          Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, dukungan-pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personal) secara sistematik, dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar.
Q     Definisi MacKenzie dan Eraut 1971
          Teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai”. Dalam definisi MacKenzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak maupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses.
Q    Definisi AECT 1972
          Pada tahun 1972, AECT berupaya merevisi defisini yang sudah ada (1963, 1970, 1971), dengan memberikan rumusan sebagai berikut :
“Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam : identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut”.
            Definisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagai suatu bidang studi. Ketentuan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi.
Q     Definisi AECT 1977
            Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.
            Definisi tahun 1977, AECT berusaha mengidentifikasi sebagai suatu teori, bidang dan profesi. Definisi sebelumnya, kecuali pada tahun 1963, tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori.
Q    Definisi AECT 1994
            Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.
            Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.
Q    Definisi AECT 2004
            Teknologi pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi.
            Perbedaan antara definisi 1994 dan 2004 adalah :
Ø Definisi 2004 :
ü Menekankan pada teori dan praktek.
ü Menekankan pada Studi dan etika praktek
ü  Pokok kegiatan adalah desain, pengembangan, Penciptaan, pengaturan, penggunaan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian,
ü  Tujuan untuk keperluan belajar
ü Tujuan memfasilitasi pembelajaran
ü Utilisasi proses & sumber belajar
ü Utilisasi proses & sumber daya teknologi
Secara singkat dapat dikatakan bahwa definisi 2004 sudah mencakup aspek etika     dalam profesi , peran sebagai fasilitator, dan pemanfaatan proses dan sumber daya teknologi.